Setelah Kunjungan Raja Saudi

Di mata banyak orang, kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud boleh jadi menampakkan gestur yang positif. Namun satu hal yang tetap tak boleh terlupa ialah bahwa beberapa janji menunggu untuk segera dipenuhi. Satu pernyataan juga penting mendapat respons serius.

Setidaknya dua janji layak disebut di sini. Pertama, kompensasi terhadap korban cedera (42 orang) dan kelurga korban yang meninggal (12 orang) dari jamaah haji Indonesia dalam tragedi jatuhnya derek (crane) di Masjidil Haram pada 2015. Kedua, jaminan perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi, khususnya yang bekerja di sektor informal, serta penyelesaian dialogis dua negara untuk kasus 25 WNI yang terjerat pidana dengan ancaman hukuman mati.

Di luar itu, pernyataan sang raja dalam pertemuan dengan 28 tokoh lintas agama Indonesia penting untuk tak dihapus dari memori. Dalam pertemuan itu, sang raja mengapresiasi keragaman dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Sang raja juga menyatakan pentingnya kerja sama dua negara—Arab Saudi sebagai “pelayan dua kota suci” dan Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia—dalam “memerangi radikalisme dan ekstremisme”. Pernyataan yang disampaikan sang raja di hari terakhir sebelum bertolak ke Bali untuk liburan ini harus dihargai, meski menyisakan ironi.

Baca artikel ini selengkapnya di web CRCS UGM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

About Azis Anwar

Click "menu" and then "disclaimer" for further inquiry about this blog and its author.