Donna Donna dan Yahudi

 

On a wagon bound for market
There’s a calf with a mournful eye
High above him there’s a swallow
Winging swiftly through the sky

How the winds are laughing
They laugh with all they might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summers night 

[Chorus]
Donna Donna Donna Donna
Donna Donna Donna Don

 “Stop complaining!” said the farmer
Who told you a calf to be?
Why don’t you have wings to fly with
Like the swallow so proud and free? 

Calves are easily bound and slaughtered
Never knowing the reason why
But whoever treasures freedom
Like the swallow has learned to fly 

***

1. Lagu ini populer di Indonesia sejak dijadikan soundtrack film Gie (2005).  Gie adalah Soe Hok Gie (1942-1969), alumnus jurusan sejarah UI Jakarta, yang meninggal pada usia 27 tahun. Dia seorang aktivis gerakan mahasiswa, penulis artikel di berbagai media massa dan dua buku (diadopsi dari skripsinya). Catatan hariannya diterbikan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983). Donna Donna adalah lagu kesukaan Soe Hok Gie.

2. Dari hasil googling,  saya memperoleh informasi berikut: Versi original dari Donna-Donna berbahasa Yiddish. Yiddish adalah bahasa Yahudi-Ashkenazim. Judul aslinya: Dana-Dana. Dana-Dana adalah Dos Kelbi, atau Anak Sapi (Ingat “the calf” dalam lirik lagu itu!). Dalam bahasa Yiddish, Dana adalah nama lain dari Adonai. Adonai barangkali adalah al-asma’ al-husna-nya Tuhan YHWH, Tuhannya agama Yahudi.

3. Lagu Dana-Dana diterjemahkan pertama kali oleh Aaron Zeitlin (note: Aaron dalam dialek Arab adalah Harun), dikomposeri oleh Shalom Secunda (note: Shalom dalam bahasa Ibrani adalah sama dengan Salam dalam bahasa Arab). Dua-duanya adalah orang Yahudi. Aaron Zeitlin sendiri adalah putra sastrawan Yiddish, Hillel Zeitlin. Dana-Dana sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Dalam versi Inggrisnya, Dana-Dana diganti menjadi Donna-Donna.

4. Untuk versi bahasa Yiddishnya, Anda bisa mendengarkan di Youtube, cari judul “Chava Alberstein Dana Dana”. Dalam versi Yiddish-nya, irama dan tempo lagu lebih cepat dan khas lagu-lagu keyahudian. Untuk versi Inggrisnya, yang populer adalah yang dinyanyikan oleh Joan Baez (1960).

5. Yahudi-Ashkenazim adalah Yahudi yang tinggal dalam diaspora, di getho-getho (komunitas eksklusif), di Eropa Timur, Prancis, dan paling banyak di Jerman. Sedangkan Yahudi yang tinggal di belahan Spanyol dan Portugal disebut Yahudi-Sephardim. (note: akhiran –im adalah versi jama’ mudzakkar salim dalam bahasa Arab yang berakhiran –un atau –in; memang bahasa Arab dan Ibrani masuk dalam rumpun bahasa Semit, jadi banyak punya kemiripan).

6. Yahudi-Ashkenazim terkenal cerdas-cerdas. Dari kelompok ini muncul gerakan politik, pemikiran, budaya, dan kesusastraan. Di antara nama besar yang lahir dari kelompok ini adalah Albert Einstein. Dalam sebuah buku yang saya lupa judulnya, saya pernah membaca, di antara faktor mengapa Yahudi-Ashkenazim bisa melahirkan bibit-bibit unggul adalah karena mereka hidup di bawah tekanan. Tekanan sosial itu membuat mereka tak punya pilihan lain kecuali harus “mengungguli” bangsa lainnya. Teorinya: semakin orang jauh dari zona kehidupan nyaman maka semakin keras usahanya untuk ingin berhasil.

7. Mengenai pemaknaan dari lagu itu, ada dua interpretasi. Interpretasi pertama, Anak Sapi (the calf) adalah representasi dari bangsa Yahudi itu sendiri; yang ada hanya untuk disembelih. Burung layang-layang (the swallow) adalah representasi tentang kebebasan. Sedangkan Petani (the farmer) adalah Nazi. Kata Petani dalam lagu itu: “Berhentilah mengeluh. Siapa suruh kamu jadi sapi!” Dengan tafsiran seperti ini, saat mendengar lagu itu saya jadi terbayang tentang Holocaust: orang-orang Yahudi digiring bagai sapi untuk dibantai oleh Nazi. Pantas nuansa lagunya menyeramkan.

8. Interpretasi kedua, yang saya dapat dari situs The Jewish Magazine, dalam artikel berjudul “Dona, Dona: The Mystical Meaning” adalah demikian: Anak Sapi dalam lagu itu melambangkan tubuh yang penuh hasrat akan materi duniawi (the body, seat of desire of pleasure, wealth, and honor). Anak Sapi diikat dan digiring ke pasar untuk disembelih adalah metafor dari Anak Sapi yang ditakdirkan untuk terus dianiaya; hasrat materi itu mematikan. Anak Sapi dengan mata yang berduka adalah lambang tentang Yahudi yang cemas dengan takdir gelap di masa depan mereka karena terikat pada hasrat materi itu. Sedangkan burung layang-layang itu representasi jiwa (the soul). Jiwa ini tidak terikat alam materi. Ia bagian dari The Divine Soul (Jiwa Tuhan). Inilah maka setelahnya memanggil “Tuhan”: Donna, Donna. Petani (the farmer) melambangkan Tzadik (orang suci, wali-nya Yahudi). Kata-kata Petani itu (Jangan mengeluh, siapa suruh jadi anak sapi!) adalah metafor tentang nasehat agar Anak Sapi meninggalkan alam materi, menjemput jiwa sejati, terbang dengan sayap, menuju kebanggaan dan kebebasan. Singkatnya, interpretasi kedua ini justru menunjukkan lagu Donna-Donna adalah lagu yang religius, bercorak sufisme, dan bahasanya puitis. Pantas nuansa lagunya mistis.

10. Mengapa memakai metafor Anak Sapi? Saya jadi teringat dengan kisah di Surah al-Baqarah (Sapi Betina). Di sana ada kisah seseorang yang konon bernama Musa Samiriy yang membawa anak sapi emas (al-‘ijl) untuk dijadikan tuhan baru bangsa Israel yang telah berhasil dibawa Nabi Musa menyeberangi Laut Merah. Jika ikut tafsiran pertama, ini bisa diacukan ke teori konspirasi. Jika ikut tafsiran kedua, justru nasehat Petani itu adalah benar; yakni ajakan untuk tidak mengikuti tubuh dan alam materi yang dilambangkan Anak Sapi.

11. “Donna” barangkali terserap ke dalam bahasa bangsawan Eropa: “Don” untuk lelaki, “Donna” untuk perempuan. Kita tahu kata ini: Prima Donna. “Don” sendiri dalam bahasa Inggris bermakna “World Leader”. Saya masih belum tahu: apakah Donna ada kaitannya dengan the new world order (tatanan dunia baru) yang akan dipimpin seorang Donna (Tuhan perempuan)?

12. Whatever, teks lagu itu bisa multitafsir. Yang penting lagunya enak di telinga. Saya jadi teringat dengan shalawat “Thalama asyku gharami” (di Indonesia, shalawat ini pernah populer didendangkan Haddad Alwi). Konon, irama lagu itu bermula dari lagu rakyat Yahudi-Sephardim yang berjudul Ruse Kose (silakan search di Google atau Youtube). Ketika orang Yahudi-Sephardim itu diusir dari Spanyol dan Portugal, kemudin berlindung di bawah Kesultanan Utsmaniyyah, irama lagu Ruse Kose diadopsi dan diganti liriknya dengan shalawat. Begitu.

~ Kotagede, 12/03/2013

Advertisements

One thought on “Donna Donna dan Yahudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

About Azis Anwar

Click "menu" and then "disclaimer" for further inquiry about this blog and its author.